Terdampak Proyek MRT, Pemprov DKI Kaji Ulang Ganjil Genap di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk


www.bincangekonomi.comǁJakarta,1 Oktober 2026-Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji ulang penerapan pembatasan kendaraan bermotor dengan mekanisme ganjil genap di sejumlah ruas jalan yang terdampak pembangunan MRT Jakarta.

Dua ruas yang secara khusus disebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ialah Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.

Kajian kini tengab dilakukan Pemprov DKI bersama DPRD DKI Jakarta sebelum menentuman kebijakan selanjutnya.

Pramono menjelaskan, kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan berubah akibat adanya pembangunan MRT Jakarta.

Karena itu, penerapan ganjil genap di ruas yang terdampak perlu dikaji kembali.

“Beberapa ruas yang selama ini terdampak dari ganjil genap dan juga pembangunan MRT, maka pemerintah daerah, Pemerintah DKI bersama dengan jajaran DPRD Provinsi DKI Jakarta sedang mengkaji hal tersebut,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Gajah Mada dan Hayam Wuruk Jadi Perhatian

Pramono menyebut Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk sebagai contoh ruas yang saat ini terdampak kondisi tersebut.

Kedua ruas tersebut berada di kawasan pusat Jakarta dan menjadi bagian dari koridor yang terdampak aktivitas pembangunan MRT.

“Karena memang beberapa ruas sekarang ini terdampak, misalnya seperti Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan sebagainya. Sedang kita kaji untuk segera diputuskan,” ujarnya.

Dengan adanya kajian tersebut, kebijakan ganjil-genap di ruas-ruas tertentu berpotensi mengalami perubahan setelah Pemprov DKI dan DPRD menyelesaikan pembahasan.

Namun, Pramono belum menjelaskan bentuk perubahan yang akan diterapkan maupun kapan keputusan tersebut akan mulai berlaku.

Pemprov dan DPRD SKI Bahas Dampaknya

Kajian dilakukan untuk melihat kembali penerapan ganjil-genap di tengah perubahan kondisi lalu lintas akibat pembangunan MRT Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta melibatkan DPRD dalam pembahasan sebelum menentukan kebijakan selanjutnya.

Pramono menegaskan keputusan terkait ruas yang terdampak masih dalam tahap kajian dan akan segera diputuskan.

“Sedang kita kaji untuk segera diputuskan,” kata Pramono.