Guru SD di Jaktim Korban Tewas Tabrakan Kereta di Bekasi, Sudin Pendidikan: Salah Satu Guru Terbaik
www.bincangekonomi.comǁJakarta,28 April 2026-Nurlaela, seorang guru SDN Pulogebang 11, Cakung, Jakarta Timur meninggal dalam kecelakaan KRL dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek.
Kepala Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, Fachmi mengatakan Nurlaela yang merupakan guru Kelas II SDN Pulogebang 11 termasuk korban jiwa dalam kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.
“Beliau salah satu guru terbaik kami, guru terbaik kami yang memang dedikasinya luar biasa,” kata Fachmi saat dikonfirmasi di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).
Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur menyatakan kepergian Nurlaela membawa dukacita mendalam bagi keluarga besar SDN Pulogebang 11, dan Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur.
Pasalnya semasa hidup almarhumah dikenal merupakan sosok yang berdedikasi tinggi, dan bertanggungjawab terhadap sebagai guru di SDN Pulogebang 11 Jakarta Timur.
“Dari siswa dan guru mengadakan doa bersama. Korban ini guru kelas yang memang dedikasinya luar biasa,” ujarnya.
Fachmi menuturkan pihaknya beserta Kepala SDN Pulogebang 11 dan para guru sudah mendatangi rumah duka korban untuk menyampaikan dukacita secara langsung kepada pihak keluarga.
Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, dan seluruh guru hingga murid di SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Nurlaela.
“Tadi saya bersama kepala sekolah juga sudah ke rumah duka korban di Cikarang untuk bantu penanganan pemakamannya,” tuturnya.
Tangis Pecah Tangis pecah saat pemakamanan Nurlaela (30) korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Guru SD Pejagan 11, Pulogebang, Jakarta Timur rutin menggunakan KRL untuk pulang ke rumahnya di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Ia dimakamkan di pemakaman yang tidak jauh dari rumah duka pada Selasa (28/4/2026).
Tangis Pecah
Tangis pecah ketika jenazah Nurlaela mulai dimakamankan, terutama suami dan ibu korban.
Saat pemakaman, keluarga, kerabat, teman hingga sesama guru ikut mengantarkan jenazah Nurlaela.
Paman korban, Mulyadi, mengatakan, kondisi jenazah almarhumah Nurlaela saat tiba di rumah dalam keadaan utuh, meski mengalami patah kaki dan diduga ada luka dalam.
“Tubuhnya utuh, tidak ada luka yang mengkhawatirkan, cuma kakinya patah dan mungkin ada luka dalam,” kata Mulyadi.
Keluarga sempat mencari keberadaan korban sejak Senin (27/4/2026) malam.
“Jam satu kami baru ketemu, terus koordinasi dan jemput, jenazah sampai rumah jam tiga pagi,” katanya.
Keluarga sempat cemas lantaran Nurlaela tak kunjung pulang dan telepon genggamnya diangkat pihak lain yang memberi informasi ponsel korban ditemukan, namun keberadaan korban belum diketahui.
Nurlaela meninggalkan seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.

