Hadapi Kemarau, Pemkot Jaktim Imbau Kelompok Tani Atur Pola Tanam dan Hemat Air
www.bincangekonomi.comǁJakarta,26 April 2026-Pemkot Jakarta Timur mengimbau kelompok tani untuk bersiap menghadapi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada April-Oktober 2026.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengatakan agar para kelompok tani (Poktan) perlu memperhatikan penggunaan air dan pola tanam untuk menghadapi El Nino.
“Agar penggunaan air dilakukan secara bijak. Petani perlu memilih jenis tanaman yang tahan musim kemarau dan mengatur waktu tanam serta panen dengan baik,” kata Munjirin, Minggu (26/4/2026).
Hal ini agar Poktan di masing-masing kelurahan yang dilakukan masyarakat dapat tetap produktif, dan membantu menjaga ketahanan pangan khususnya di wilayah Jakarta Timur.
Pemkot Jakarta Timur mencontohkan Gerakan Bersama Tanaman Menjadi Subur (Geber Tabur) di RW 12, Cipinang Melayu yang hasil tanam melon, terong, dan okra dapat dipanen pada Jumat (24/4).
“Apresiasi atas keberhasilan kelompok tani dalam mengembangkan pertanian perkotaan. Tak hanya melon, panen dilakukan untuk sayuran terong dan okra,” ujar Munjirin.
Sebagai informasi pada kemarau panjang di tahun 2019 silam, sejumlah kecamatan di Jakarta Timur sempat dilanda krisis air bersih sehingga warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di wilayah Kecamatan Cipayung saja setidaknya kekeringan terjadi pada permukiman warga Kelurahan Munjul, Kelurahan Bambu Apus, dan Kelurahan Cilangkap.
Pada kemarau di tahun 2023 pun banyak warga Jakarta Timur yang mengalami krisis air, di antaranya wilayah Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit dan Kelurahan Pinang Ranti, Makasar.

