Perlintasan Liar Sebidang Kereta Api Makan Korban Jiwa, DPRD Desak Agar Segera Ditutup


www.bincangekonomi.comǁJakarta,23 Agustus 2026-Perlintasan sebidang kereta api liar di sejumlah titik di Jakarta belum lama ini menelan korban jiwa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI diminta segera melakukan tindakan penutupan.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta August Hamonangan, dalam beberapa hari terakhir ada dua kejadian kecelakaan warga tertemper kereta.

Pertama kata dia, kejadian seorang lansia tewas tertemper kereta di perlintasan liar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis (20/8/2026) lalu.

“Saya ingin mengucapkan belasungkawa sebesar-besarnya atas kematian warga kita yang sudah lansia akibat tertabrak kereta KRL di Tebet,” kata August.

Insiden tersebut bukan satu-satunya, di pekan yang sama peristiwa warga tertemper kereta juga terjadi di Kalideres, Jakarta Barat.

“Semoga ini semakin membuka mata kita untuk terus mengevaluasi keselamatan masyarakat di sekitar rel kereta api,” ujarnya.

Dua kejadian tersebut menurut August, merupakan tamparan keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk lebih serius memastikan keamanan dan keselamatan warga.

“Ini harus menjadi tamparan keras kepada Pemprov DKI Jakarta, sehingga menjadi titik balik dan mendorong Pemprov DKI untuk lebih serius lagi dalam memastikan keamanan di sekitar rel kereta api. Terlebih, dalam satu hari ada dua kejadian serupa yang sama-sama merenggut korban jiwa,” sambung August.

August mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk menutup seluruh perlintasan liar, meski beberapa lokasi mungkin akan bersinggungan kewenangan dengan PT KAI.

“Saya memahami bahwasanya memang terdapat keterbatasan wewenang Pemprov DKI Jakarta dalam mengurusi perlintasan rel kereta api. Tapi, bukan berarti Pemprov DKI tidak bisa melakukan sesuatu untuk menutup akses liar,” tegas dia.

Dia mencontohkan di perlintasan kereta arah Bogor, di sepanjang Manggarai sampai perbatasan Depok masih ada celah-celah perlintasan liar yang membahayakan warga.

“Masih ada banyak lokasi perlintasan rel liar dan celah-celah yang bisa dimasuki oleh masyarakat di sepanjang lintasan Bogor – Manggarai ini. Itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Risikonya, akan selalu terjadi kecelakaan,” tegasnya.