Usulan Mikrotrans Berbayar Disorot, Pengamat Usul Tarif Naik Bertahap agar Warga Tak Kaget


www.bincangekonomi.comǁJakarta,7 Juli 2026-Usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) untuk menghilangkan tarif gratis layanan Mikrotrans Jaklingko menuai beragam tanggapan.

Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai, layanan tersebut memang sudah saatnya berbayar, bamun penerapannya sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tidak membebani masyarakat.

Menurutnya, tarif berbayar justru dalat mendorong peningkatan kualitas layanan, sekaligus membangun kesadaran masyarakat bahwa layanan trabsportasi publik memiliki biaya operadional yang harus ditanggung.

“Memang betul Mikrotrans harus berbayar, jadi ada edukasi ke pengguna. Jangan sampai gratisan malah mengabaikan pelayanan itu sendiri,” kata Deddy saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).

Tarif Berbayar Dinilai Tingkatkan Kualitas Layanan

Deddy mengatakan, ketika masyarakat membayar tarif, mereka memiliki hak untuk menuntut pelayanan yang lebih baik dari operator.

Sebaliknya, jika layanan sepenuhnya gratis, ekspektasi terhadap kualitas pelayanan kerap tidak diimbangi dengan kesadaran bahwa operasional angkutan umum juga membutuhkan biaya.

“Kalau berbayar kita bisa menuntut pelayanan lebih baik,” ujarnya.

Karena itu, ia mendukung wacana pengenaan tarif pada layanan Mikrotrans yang selama ini menjadi angkutan pengumpan (feeder) bagi jaringan Transjakarta.

Usul Tarif Naik Bertahap

Meski mendukung usulan tersebut, Deddy menilai tarif Rp 2.000 yang diusulkan DTKJ sebaiknya tidak diterapkan sekaligus.

Ia mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terlebih dahulu mengenakan tarif Rp 1.000, kemudian baru dinaikkan menjadi Rp 2.000 dalam dua tahun berikutnya.

“Saya usul bertahap, bayar Rp 1.000 dulu, baru dua tahun berikutnya Rp 2.000,” kata Deddy.

Menurutnya, skema bertahap diperlukan agar masyarakat memiliki waktu beradaptasi dengan perubahan kebijakan tersebut.

“Supaya tidak shock culture,” kata Deddy.

Tarif Langganan Dinilai Bisa Ringankan Penumpang Harian

Selain mengomentari usulan tarif Mikrotrans, Deddy juga menilai positif rencana DTKJ menghadirkan tarif langganan Transjakarta sebesar Rp 200 ribu per bulan apabila nantinya tarif reguler mengalami penyesuaian.

Menurutnya, skema berlangganan bisa menjadi solusi bagi penumpang yang setiap hari menggunakan Transjakarta karena biaya perjalanan bulanan akan lebih murah dibandingkan membayar tarif harian.

“Ini adalah solusi gap tarif ekonomis bagi pengguna harian Transjakarta bila memang tarif itu akan naik dan dinilai agak berat. Dengan harga berlangganan, tiap bulan tentunya akan lebih murah dibandingkan tarif harian,” tuturnya.

Sebelumnya, DTKJ mengusulkan penyesuaian tarif sejumlah layanan transportasi publik di Jakarta, termasuk tarif Mikrotrans menjadi Rp 2.000 serta skema langganan Transjakarta sebesar Rp 200 ribu per bulan.

Sedangkan untuk layanan Transjakarta, tarif yang diusulkan Rp 5.000 dan Transjabodetabek mulai dari Rp10.000.

Usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum diputuskan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.