Bukan Pramono, Blusukan Anies Bikin Pasar Pondok Labu Diatensi: Pimpinan DPRD dan Sudin Cari Solusi
www.bincangekonomi.comǁJakarta,10 September 2026-Pasar Pondok Labu yang disebut lebih sepi dari pemakaman kini jadi sorotan. Pimpinan DPRD Jakarta hingga Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan cari solusi untuk meramaikan kembali.
Atensi terhadap pasar yang berlokasi di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan itu dipicu aksi blusukan mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan.
Anies yang bersepeda ke Pasar Pondok Labu mendapati keluhan pedagang soal berkurang drastisnya pengunjung.
Sementara, Gubernur Jakarta yang saat ini menjabat, Pramono Anung, sempat diminta untuk turun langsung melihat kondisi realistis pasar tradisional. Namun hal itu belum terjadi.
Blusukan Anies
Sebelumnya diberitakan, Anies blusukan ke Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan. Ia kaget melihat kondisi pasar yang sepi pengunjung.
Eks capres pada Pilpres 2024 itu mengunggah video blusukannya ke akun Instagramnya (@aniesbaswedan) pada Senin malam (31/8/2026).
Dengan rompi biru dongker yang sering dipakainya semasa memimpin Jakarta, Anies berkeliling pasar sambil menyapa para pedagang.
Pada baguan awal video, kamera sempat menyorot plang pasar yang bertuliskan “Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta”.
“Apa kabar?” sapa Anies.
“Alhamdulillah” balas seorang wanita paruh baya, salah satu pedagang sayur.
Beberapa pedagang lain juga ikut menyalami Anies sambil tersenyum.
Si ibu-ibu pedagang pun mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi pasar yang sepi.
Ia bahkan menyebut Pasar Pondok Labu lebih sepi dari kuburan.
“Sepi banget Pak, sama kuburan masih rame kuburan. Kuburan masih ada yang ziarah,” kata ibu-ibu pedagang.
Anies lantas ngobrol dengan sejumlah pedagang sekaligus sambil duduk di kursi panjang di depan papan catur.
Salah seorang pedagang kosmetik mengajukan usul agar pasar bisa kembali ramai, yakni dengan mengadakan bazar sembako murah.
“Bagaimana caranya semua pasar PD (Pasar Jaya) lah mengadakan sembako murah.
Anggapan orang, wah belanja di pasar aja, pasar aja, karena harga murah,” kata si pedagang kosmetik.
Anies pun menimpali. Ia menyebut orang yang diberi wewenang belum tentu memiliki kapasitas dan mau mendengar.
“Punya kewenangan tidak otomatis punya pengetahuan. Karena itu yang punya kewenangan harus rendah hati untuk dengar, karena yang tahu situasi, yang tahu kebutuhan itu yang ada di pasar,” kata Anies.
Kata Pemprov Jakarta
Pemprov DKI Jakarta buka suara soal kondisi sepinya Pasar Pondok Labu yang disorot Anies di media sosialnya.
Kondisi ini pun diakui oleh Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim.
Menurutnya, penyebabnya tidak hanya berasal dari kondisi pasar, tapi juga adanya perubahan perilaku masyarakat dalam berbelanja hingga tekanan daya beli yang membuat pasar rakyat semakin ditinggalkan.
“Kami menghargai setiap masukan dari pedagang, termasuk yang disampaikan di Pasar Pondok Labu. Sepinya pembeli adalah persoalan nyata. Faktornya beragam: perubahan perilaku belanja ke daring, tekanan daya beli, serta kondisi fisik dan kenyamanan sejumlah pasar yang belum merata,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).
Bukan Sekadar Renovasi Gedung
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno tidak ingin persoalan pasar hanya diselesaikan dengan memperbaiki bangunan.
Target yang lebih besar adalah membuat masyarakat kembali menjadikan pasar rakyat sebagai pilihan tempat berbelanja.
Hal itu penting mengingat pasar rakyat masih menjadi salah satu penopang ekonomi kerakyatan di Ibu Kota.
“Pemprov DKI Jakarta di bawah Gubernur Pramono Anung dan Wagub Rano Karno menempatkan pasar rakyat sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Ia menyebut transaksi di 153 pasar yang ada di Jakarta mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun dan melibatkan ratusan ribu pelaku UMKM.
“Karena itu strategi kami tidak hanya renovasi gedung, tetapi membuat orang mau kembali ke pasar,” katanya.
Pramono Diminta Turun Langsung
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, August Hamonangan, juga menanggapi aksi blusukan Anies.
August menyebut kondisi sepinya Pasar Tanah Abang sudah terjadi sejak Anies menjabat gubernur (2017-2022).
“Waktu Mas Anies baru jadi Gubernur, pedagang di sana juga sudah sering mengeluh kalau tempatnya sepi,” kata August, Selasa (1/9/2026).
Fraksi PSI sendiri mengklaim sudah mengetahui persoalan di Pasar Pondok Labu tersebut.
Menurut August, Pemprov Jakarta harus cepat mencari solusi untuk kembali meramaikan pasar.
“Kami memang sudah mengetahui permasalahan ini dari lama, dan seharusnya Pemprov DKI juga bergerak cepat untuk mencari solusi agar pasarnya bisa dibuat ramai kembali,” ujarnya.
August juga mengaku sudah beberapam kali menyuarakan tertkait kondisi pasar di Jakarta, bukan hanya sepi tetapi juga fasilitas yang kurang mumpuni ikut dikritik.
“Demikian, rendahnya kunjungan masyarakat ke beberapa pasar di Jakarta, bahkan mengenai kondisi-kondisi bangunannya juga sudah sering kita suarakan,” kata August.
Menurut August, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung seharusnya bisa lebih peka turun melihat kondisi pasar di Ibu Kota agar dapat melahirkan kebijakan yang terukur tanpa harus menunggu disorot pihak lain baru bertindak.
“Memang Mas Pram harus lebih banyak berkunjung ke pasar-pasar untuk mengetahui seperti apa permasalahannya di lapangan, tanpa menunggu ada yang menyorot persoalannya terlebih dahulu,” tegas dia.
Pimpinan DPRD Cari Solusi
Wakil Ketua DPRD Jakarta dari Fraksi NasDem, Wibi Andrino sampai turun langsung ke Pasar Pondok Labu melihat langsung kondisi sepinya pasar.
Tidak sendiri, ia bahkan mengajak Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs) Jakarta, Farazandi Fidinansyah, Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin, dan pihak dari kecamatan serta kelurahan.
Kunjungan WIbi itu diunggah di Instagramnya (@wibiandrino) pada Senin (7/9/2026).
Wibi dibuat garuk-garuk kepala saat menanyakan penurunan omzet salah satu pedagang.
“Menyedihkan pak bukan anjlok doang,” kata si pedagang.
“Kadang Rp200 ribu kadang Rp150 ribu sehari. Parah pak, biasanya kita sehari bisa Rp7 juta sampai Rp8 juta,” lanjut si pedagang.
Wibi bingung mendengar penurunan drastis omzet si pedagang.
“Rp7 juta jadi Rp100 ribu gimana ceritanya,” kata Wibi sambil garuk-garuk kepala.
Wibi pun berkata kepada pedagang, pihaknya sedang mencari solusi untuk menghidupkan kembali Pasar Pondok Labu.
“Kita lagi cari solusi. Saya yakin dalam satu bulan ini ada perubahan,” jelasnya.
Sudin PPKUKM Jakarta Selatan
Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin, mengatakan, pihaknya bersama sejumlah unsur terkait telah melakukan diskusi untuk menyusun langkah yang dapat segera diterapkan.
“Kita ketahui beberapa waktu lalu sempat viral aktivitas pasar yang lesu dan mendapatkan atensi DPRD DKI dan pimpinan lainnya,” ujar Djaharuddin, Rabu (9/9/2026), dikutip dari laman Pemprov Jakarta.
Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni mengoptimalkan kerja sama dengan Bank Jakarta mencakup layanan transaksi, digitalisasi pembayaran, hingga dukungan pembiayaan bagi para pedagang.
Selain itu, Sudin PPKUKM Jakarta Selatan akan mendorong kembali pelaksanaan kegiatan pangan murah.
Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga diharapkan dapat kembali menggelar kegiatan di Pasar Pondok Labu untuk menarik lebih banyak pengunjung.
“Kami nantinya juga dapat mengoptimalkan pelatihan digitalisasi, Jakpreneur, sertifikasi halal, pemasaran digital, dan program pemberdayaan lainnya dengan melibatkan pedagang Pasar Pondok Labu,” terangnya.
Pasar Pondok Labu juga akan didorong menjadi lokasi berbagai kegiatan masyarakat dan kegiatan kewilayahan.
Dengan semakin banyaknya aktivitas yang digelar, kawasan pasar diharapkan kembali memiliki pergerakan pengunjung sehingga kegiatan jual beli di dalamnya ikut meningkat.
“Potensi program dan langkah yang dapat langsung dilaksanakan dalam waktu dekat. Kita ingin Pasar Pondok Labu kembali hidup melalui aktivitas, pelayanan, UMKM, dan kolaborasi antarinstansi,” ungkapnya.
Di sisi lain, Djaharuddin mengatakan pengelola Pasar Pondok Labu juga telah menyampaikan informasi mengenai sejumlah kios yang masih kosong.
Informasi tersebut mencakup harga sewa dan ketentuan penggunaan kios yang kemudian dipublikasikan melalui media sosial.
Langkah itu diharapkan dapat membantu memperluas informasi mengenai ketersediaan tempat usaha bagi pelaku UMKM maupun masyarakat yang membutuhkan lokasi untuk berdagang.
“Informasi ini diharapkan dapat membantu mempromosikan ketersediaan tempat usaha kepada pelaku UMKM maupun masyarakat yang membutuhkan lokasi untuk berdagang,” bebernya.
Djaharuddin mengatakan, terdapat kebutuhan untuk menata dan mensterilkan sejumlah sarana dan prasarana, terutama area parkir serta akses keluar-masuk Pasar Pondok Labu.
“Penataan diperlukan supaya lebih tertib, nyaman, dan mendukung aktivitas pasar,” tandasnya.

