9.242 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Demo Mahasiswa 18 Agustus 2026 di Bundaran HI
www.bincangekonomi.comǁJakarta,18 Agustus 2026-Sebanyak 9.242 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi demo mahasiswa.
Aksi unjuk rasa tersebut rencananya akan digelar di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada hari ini, Selasa (18/8/2026).
“Adapun personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Budi menjelaskan, ribuan personel itu terdiri dari 5.670 anggota Polda Metro Jaya, 222 personel polres jajaran, 1.500 dari unsur TNI, dan 1.850 personel BKO dari Mabes Polri.
Ia pun mengapresiasi para mahasiswa yang telah menyampaikan surat pemberitahuan unjuk rasa pada hari ini.
“Dan perlu kami sampaikan dan tegaskan, kehadiran petugas TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI memberikan rasa aman agar apa yang disampaikan tersampaikan dengan baik,” ujar Budi.
Aksi Demo BEM UI
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar aksi demo di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Aksi bertajuk #MerebutKemerdekaan itu digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI).
Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan mengatakan, aksi demo tersebut digelar untuk mempertanyakan kondisi Indonesia setelah 81 tahun merdeka.
“Sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?” kata Yatalathof, Senin (17/8/2026).
Yatalathof menyoroti isu ekonomi terkait perjanjian dagang yang dinilai lebih berpihak pada kepentingan asing.
“Sementara di dalam negeri sendiri suara rakyat dibungkam dan pemuda-pemudi ditangkap sewenang-wenang,” ujar dia.
Menurut Yatalathof, berbagai masalah yang terjadi tidak dapat hanya dilihat sebagai persoalan ekonomi.
Ia menyebut kondisi yang terjadi saat ini menyangkut kedaulatan negara dan rakyat.
“Ini bukan sekadar krisis ekonomi. Ini krisis kedaulatan,” ucap Yatalathof.
Ia juga mengkritik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dianggap belum sepenuhnya berpihak untuk kepentingan rakyat.
“Pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan wajah kekuasaan yang gemar berpidato tentang kedaulatan, tapi lupa menegakkannya,” kata dia.
Berikut adalah delapan tuntutan yang akan dibawa BEM UI saat aksi #MerebutKemerdekaan pada Selasa besok:
- Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
- Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
- Wujudkan reforma agraria sejati.

