Jakarta Lama Kering, Pramono Bakal Bikin Hujan Buatan demi Tekan Polusi Udara
www.bincangekonomi.comǁJakarta,12 Agustus 2026-Pemprov DKI Jakarta menyiapkan hujan buatan sebagai salah satu upaya menghadapi kondisi udara Jakarta yang belakangan menjadi sorotan.
Langkah ini tak hanya berkaitan dengan kemarau panjang, tetapi juga diarahkan untuk membantu menekan persoalan polusi udara di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kondisi udara Jakarta salah satunya dipengaruhi oleh cuaca yang sudah cukup lama tidak diguyur hujan.
Karena itu, Pemprov DKI tengah menyiapkan langkah modifikasi cuaca dengan harapan hujan dapat turun di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Jakarta Lama Tak Diguyur Hujan
Pramono mengaitkan kondisi polusi udara Jakarta dengan kemarau panjang yang membuat hujan tak kunjung turun.
Adapun kualitas udara Jakarta sempat menjadi sorotan setelah langkit kelabu Ibu Kota masuk ke akun Instagram klub sepak bola Chelsea dan AC Milan saat keduanya menjalani laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Menurut Pramono, lamanya Jakarta tidak mendapatkan hujan menjadi salah satu persoalan yang perlu diatasi.
“Sehingga dengan demikian saya meyakini ini akan mengurangi polusi, walaupun kemarin ketika Chelsea lawan AC Milan salah satu keluhan adalah masalah itu, karena terlalu lama tidak pernah hujan, kami sedang menyiapkan hujan buatan,” ucapnya, Selasa (11/8/2026).
Hujan Buatan Jadi Salah Satu Upaya Tekan Polusi
Pemprov DKI tidak hanya mengandalkan kebijakan transportasi umum untuk mengatasi persoalan polusi udara.
Sebelumnya, Pramono menyebut peningkatan penggunaan transportasi publik menjadi salah satu faktor yang diyakini dapat membantu mengurangi emisi kendaraan pribadi.
Ia mengungkapkan penggunaan TransJakarta meningkat hampir 15 persen, MRT Jakarta hampir 23 persen, dan LRT Jakarta sekitar 12 persen.
Peningkatan tersebut dinilai dapat mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Namun, di tengah kondisi cuaca yang kering dan minim hujan, Pemprov DKI juga menyiapkan hujan buatan sebagai langkah tambahan.
Tunggu Kondisi Awan
Pramono mengatakan pelaksanaan hujan buatan tetap bergantung pada kondisi awan di sekitar Jakarta dan wilayah penyangga.
Artinya, operasi tersebut tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa memperhatikan kondisi atmosfer yang memungkinkan.
“Mudah-mudahan awannya ada, begitu awannya ada, kami segera membuat hujan buatan untuk Jakarta dan sekitarnya,” kata Pramono.
Dengan langkah tersebut, Pemprov DKI berharap hujan dapat membantu memperbaiki kondisi udara sekaligus menghadapi dampak kemarau panjang yang sedang terjadi.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI dalam menangani persoalan kualitas udara Jakarta, bersamaan dengan mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

