Kebakaran Gedung Bapenda DKI Melalap Lantai 11 Hingga 16, Satu Pekerja Dievakuasi dari Lantai 15
www.bincangekonomi.comǁJakarta,8 Agustus 2026-Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatkan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara mengatakan, area yang terbakar di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta meliputi lima lantai.
“Kami belum bisa memastikan dari lantai berapa dan sebagainya, tapi yang pasti yang terbakar itu dari mulai lantai 11 sampai dengan lantai 16,” kata Bayu kepada wartawan di lokasi kejadian pada Sabtu (8/8/2026) dini hari.
Bayu mengatakan, laporan kebakaran pertama kali diterima pihaknya pada pukul 21.30 WIB.
“Kami terima berita pukul 21.30 WIB, kemudian anggota kami tiba pukul 21.39 WIB dan langsung bekerja melakukan pemadaman,” ujar Bayu.
Kerahkan 3 Bronto Skylift
Untuk menjinakkan si si jago merah, sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran beserta 185 personel diterjunkan ke lokasi.
Tiga unit armada Bronto Skylift atau mobil tangga pemadam juga dikerahkan guna menjangkau lantai-lantai tinggi.
Bayu menjelaskan, proses pemadaman sempat berlangsung cukup lama karena petugas harus membuat barikade di lantai 10 guna menahan agar titik api tidak merambat ke lantai bawah.
“Agak lama karena anggota kami bertahan di lantai 10 untuk memastikan tidak ada perambatan,” jelasnya.
Evakuasi Pekerja dari Lantai 15
Di tengah proses pemadaman, petugas Damkar berhasil mengevakuasi seorang pria yang terjebak di dalam gedung.
Korban ditemukan di lantai 15 dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
“Alhamdulillah tadi kami berhasil mengevakuasi satu orang pekerja dari lantai 15.
Tadi saya cek saturasinya sepertinya aman, sehat, dan selamat. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit dan diberikan bantuan oksigen untuk pemulihan,” kata Bayu.
Terkait gedung yang terbakar, Bayu menyebutkan bahwa area perkantoran tersebut diisi oleh beberapa instansi antara lain Kantor Bapenda DKI dan Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta.
Kendala Pemadaman
Proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala, salah satunya adalah hembusan angin malam yang tergolong kencang di kawasan Gambir serta banyaknya material bangunan yang mudah terbakar.
“Cuaca Jakarta angin cukup kencang, itu yang menjadi pemicu api sempat timbul kembali.
Terkait material yang terbakar juga menjadi salah satu penyebab pemadaman ini agak sedikit lama,” ungkap Bayu.
Mengenai penyebab pasti maupun titik awal pemicu kebakaran, pihak Damkar belum bisa memberikan kepastian karena masih menunggu proses penyelidikan resmi dari kepolisian.
Namun, dipastikan saat kejadian berlangsung aktivitas perkantoran sudah selesai.
“Kami belum bisa memastikan pemicunya dari lantai berapa. Namun kalau operasional kantor biasanya kan sudah tutup sejak sore,” tuturnya.
Dugaan Sementara
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P Hutagalung menyampaikan, terkait dengan sumber dan penyebab kebakaran, pihaknya masih melakukan pendalaman.
Berdasarkan keterangan awal dari sejumlah saksi di lokasi, api diduga berasal dari lantai 11 gedung yang tengah dilakukan aktivitas renovasi.
“Kami masih akan memastikan. Tadi ada yang menyampaikan berawal dari lantai 11, di mana di lantai 11 itu sedang melakukan renovasi,” kata Reynold kepada wartawan di lokasi kebakaran, Sabtu (8/8/2026) dini hari.
Sejauh ini, polisi telah melakukan wawancara awal kepada sekitar 10 orang saksi di lokasi kejadian, termasuk para pegawai yang sempat berada di dalam gedung maupun petugas renovasi yang berhasil dievakuasi.
“Namun untuk memastikan sumber api tentunya nanti baik dari saksi-saksi dan Puslabfor, Pusat Laboratorium Forensik Polri, yang akan turun dan dapat menentukan sumber titik api dan penyebab api tersebut,” ujar Reynold.
Olah tempat kejadian perkara (TKP) intensif bersama Tim Puslabfor Bareskrim Polri akan segera digelar begitu Dinas Pemadam Kebakaran menyatakan proses pemadaman dan pendinginan telah usai.

