Gerai Laundry di SPBU Kebon Jeruk Dibobol: Kaca Dipecah, Sepatu Pelanggan Nyaris Digondol


www.bincangekonomi.comǁJakarta,3 Juni 2026-Gerai laundry yang berlokasi di dalam area SPBU swasta di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, porak-poranda dibobol komplotan maling pada Senin (1/6/2026) dini hari.

Aksi nekat komplotan yang berjumlah dua orang tersebut terekam oleh kamera CCTV milik SPBU dari kejauhan.

Akibat insiden ini, pihak manajemen menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Berdasarkan rekaman CCTV peristiwa pembobolan tersebut berlangsung sangat cepat.

Nampak, dua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic berwarna putih.

Satu pelaku tetap bersiaga di atas motor, sementara satu pelaku lainnya bertindak sebagai eksekutor.

Di mana pelaku memecahkan pintu kaca sebelah kanan gerai yang saat itu sudah tutup.

Pelaku kemudian langsung merangsek masuk dan menggasak barang-barang elektronik operasional seperti TV, tablet, handphone, hingga sejumlah aksesoris outlet.

Sayangnya tiga unit kamera CCTV yang terpasang di dalam gerai ternyata hanya berfungsi memantau (live monitoring) tanpa merekam kejadian, sehingga tidak dapat digunakan untuk melacak detail wajah pelaku.

Kondisi gerai yang hancur berantakan pertama kali diketahui oleh petugas keamanan SPBU yang hendak bersiap membuka operasional pom bensin di pagi harinya.

Petugas laundry, Raka mengatakan, setibanya di lokasi ia mendapati area kerjanya sudah dikerumuni karyawan SPBU dengan kondisi laci kasir terbuka lebar serta pecahan kaca berserakan.

Pelaku diduga juga sempat berniat menjarah barang-barang milik pelanggan berupa sepatu yang baru selesai dicuci.

Raka menemukan tumpukan sepatu milik pelanggan sudah dikemas rapi oleh pelaku ke dalam plastik hitam besar di lantai toko.

“Cuma mungkin dia susah bawanya, akhirnya ditinggalin, yang dibawa cuma elektronik itu. Jadi untuk barang customer aman semua,” kata Raka , Rabu (3/6/2026).

Meski barang pelanggan aman, kerugian materiil berupa alat operasional dan kerusakan bangunan diperkirakan mencapai Rp 20 juta.

Imbas dari kejadian ini, operasional gerai Jalan Panjang terpaksa ditutup total untuk perbaikan.

Untuk menjamin pelayanan, manajemen mengevakuasi seluruh pakaian dan cucian pelanggan ke cabang lainnya di kawasan Bluu Laundry di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Korban Cabut Laporan

Manajemen Bluu Laundry akhirnya memutuskan untuk menarik kembali laporan polisi terkait aksi pembobolan yang menimpa gerai mereka.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dampak operasional dan hitung-hitungan bisnis yang dinilai justru memperbesar kerugian.

CEO Bluu Laundry, James, mengonfirmasi bahwa timnya sempat melayangkan laporan sesaat setelah kejadian.

Pihak Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Kebon Jeruk pun bergerak cepat dengan mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dikonfirmasi melalui pesan singkat, James membeberkan tiga pertimbangan utama di balik keputusan mengejutkan tersebut:

Menurut James, melanjutkan proses hukum memerlukan biaya materiil dan non-materiil yang tidak sedikit.

Setelah dikalkulasi, ongkos mengawal kasus ini diprediksi melampaui nilai manfaat yang akan diterima perusahaan.

Selain itu, menrut dia, proses penyelidikan mengharuskan area TKP tetap steril.

Akibatnya, gerai tidak bisa dibuka sama sekali. Semakin lama toko disegel untuk keperluan penyelidikan, semakin besar pula kerugian akibat kehilangan omzet harian.

James menilai, seandainya pelaku tertangkap pun, kecil kemungkinan mereka memiliki kemampuan finansial untuk mengganti kerugian yang diderita Bluu Laundry.

“Berdasarkan estimasi internal kami, proses birokrasi hukum ini akan memakan waktu dan berjalan bertahap.

Di sisi lain, tidak ada kepastian penuh bahwa oknum pelaku mampu atau bisa mengganti kerugian kami. Maka dari itu, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan laporan dan menanggung seluruh biaya perbaikan secara internal,” ungkap James.