Gubernur Pramono Siapkan Kado Spesial HUT Jakarta, Jalan Rasuna Said Disulap Jadi Kelas Dunia
www.bincangekonomi.comǁJakarta,13 April 2026-Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan kawasan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan disulap menjadi wajah baru Ibu Kota yang setara dengan koridor Sudirman-Thamrin.
Hal ini disampaikan Pramono di tengah kondisi Rasuna Said yang saat ini masih terlihat semrawut.
Saat ini, di wilayah tersebut sedang dikebut proyek revitalisasi trotoar dan jalan, terutama setelah pembongkaran tiang monorel yang mangkrak bertahun-tahun.
Pramono menjelaskan, penataan kawasan tersebut memang masih berada dalam tahap penyelesaian.
Untuk sementara, kondisi di Rasuna Said masih menimbulkan dampak bagi pengguna jalan.
“Untuk Rasuna Said, ini memang sedang tahap penyelesaian untuk pedestrian, terutama kami menyadari memang ada problem,” ucapnya saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
“Karena enggak mungkin bangun, kemudian tidak ada efek,” tambahnya.
Menurutnya, dampak pembangunan yang saat ini dirasakan masyarakat merupakan bagian proses menuju penataan kawasan yang lebih tertib dan nyaman.
Revitalisasi Rasuna Said Bakal Jadi Kado HUT Jakarta
Pramono menegaskan, revitalisasi koridor Rasuna Said ditargetkan selesai pada Juni 2026 mendatang atau bertepatan dengan HUT ke-499 Kota Jakarta.
Ia bahkan menyebut, proyek tersebut nantinya bakal menjadi kado untuk warga Jakarta.
“Mudah-mudahan, targetnya adalah tanggal 22 Juni, saya akan resmikan sebagai kado Jakarta, dan itu akan menjadi sesuatu yang baru,” ujarnya.
Setelah penataan rampung, Pramono juga menargetkan kawasan Rasuna Said bisa serapi dan setara dengan koridor utama Ibu Kota di Sudirman-Thamrin.
“Kami mau bikin Rasuna Said itu lebih baik, bahwa Rasuna Said kurang lebih mudah-mudahan bisa seperti Sudirman-Thamrin,” kata Pramono.
Warga Keluhkan Kondisi Semrawut Jalan Rasuna Said
Sebagai informasi tambahan, kondisi Jalan Rasuna Said saat ini masih menjadi sorotan warga karena trotoar dan sebagian badan jalan terlihat belum rapi.
Kawasan tersebut juga masih terdampak pengerjaan lanjutan setelah pembongkaran tiang monorel yang sudah bertahun-tahun mangkrak.
Sejumlah titik pedestrian disebut masih menyulitkan mobilitas pejalan kaki.
Sementara, lalu lintas kendaraan juga terdampak akibat ruang jalan yang menyempit di beberapa lokasi.
Hal ini pun kerap menimbulkan kemacetan panjang di lokasi tersebut, khususnya saat jam sibuk di sore hari.

