Rocky Gerung Sebut Indonesia ‘Republik Ketakutan’, Minta Prabowo Tindak Tegas Kasus Andrie Yunus
www.bincangekonomi.comǁJakarta,14 Maret 2026-Pengamat politik, Rocky Gerung, menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang terjadi di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam.
Ia menilai serangan terhadap aktivis HAM itu menjadi tanda lemahnya lembaga-lembaga demokrasi di Indonesia dan menegaskan bahwa negara kini berada dalam kondisi yang disebutnya sebagai Republic of Fear (Republik Ketakutan).
Menurutnya, kasus ini terjadi tak lama setelah Andrie Yunus menyelesaikan podcast yang membahas keterlibatan militer dalam politik dan institusi sipil.
Kendati belum ada bukti langsung, Rocky menduga ada keterkaitan antara isu-isu kontroversial soal militerisme dengan serangan terhadap aktivis demokrasi.
“Kita enggak tahu ini kaitannya sebab-akibat tetapi tentu kita mesti menduga dengan kuat bahwa di belakang isu-isu hari-hari ini kontroversial soal gripping militerism. Soal melemahnya lembaga-lembaga demokrasi merupakan sinyal bahwa Indonesia ada di dalam the Republic of Fear atau republik yang penuh dengan ketakutan tuh,” katanya dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official yang tayang pada Jumat (13/3/2026).
Ia menekankan bahwa penyelesaian kasus ini penting demi membangun kembali kepercayaan publik terhadap pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita hidup di republik yang penuh dengan ketakutan. Ini mesti secepat-cepatnya diselesaikan oleh Presiden, dan presiden harus hadir di depan pers menjelaskan bahwa peristiwa kemarin malam adalah penghinaan terhadap demokrasi,” ujar Rocky.
Rocky juga menyinggung rilis dari tim pencari fakta, KontraS, dan LBH, serta imbauan Menteri Pigai, yang meminta kasus ini diungkap secara transparan.
Ia menegaskan, jika kasus ini ditutup atau tidak ditindaklanjuti, publik bisa menduga adanya sesuatu yang lebih besar di balik insiden ini.
“Kita ingin para pejuang hak asasi manusia, termasuk yang bergerak di bidang antikorupsi, antipenyalahgunaan wewenang, dan di wilayah konflik agraria, dilindungi. Hanya pada mereka kita percaya bahwa republik ini bisa dihasilkan ulang melalui perspektif akal sehat,” tambah Rocky.
Ia menegaskan bahwa ide kekerasan dalam merawat institusi publik harus segera dibatalkan, dan negara harus menegakkan perlindungan bagi para aktivis demokrasi.
“Sementara ini kita hidup di republik yang penuh dengan ketakutan dan republik of fear, itu harus kita batalkan ide kekerasan di dalam merawat institusi publik,” pungkasnya.
Kronologi awal
Sebelumnya diberitakan, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam.
Menurut Dimas, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.37 WIB ketika korban sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Saat melintas di lokasi, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021 mendekati korban dari arah berlawanan di Jalan Talang atau Jembatan Talang.
“Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang,” ujar Dimas dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.
Dimas menjelaskan, pelaku yang bertindak sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.
Sementara itu, pelaku yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.
“Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban,” tutur Dimas.
Akibat serangan tersebut, Andrie langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motornya.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis darurat karena mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.
Dimas menjelaskan, pelaku yang bertindak sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.
Sementara itu, pelaku yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.
“Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban,” tutur Dimas.
Akibat serangan tersebut, Andrie langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motornya.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis darurat karena mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.

