Perang AS-Israel Vs Iran di Timur Tengah, Gubernur Pramono Suarakan Jaga Jakarta


www.bincangekonomi.comǁJakarta,1 Maret 2026-Gubernur Jakarta, Pramono Anung angkat bicara terkait perang yang pecah di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan  Iran.

Pramono menyuarakan ‘jaga Jakarta’ untuk mengantisipasi kemungkinan Ibu Kota terimbas dampaknya.

Pramono menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkomunikasi dan berkoordinasi untuk memastikan kondisi Jakarta tetap kondusif, terutama menjelang Idul Fitri.

“Kita akan berkomunikasi terus untuk menjaga Jakarta dengan baik. Jadi sekali lagi, saya bersyukur untuk Jakarta kita tetap jaga bersama,” kata Pramono, dalam acara buka puasa bersama di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2026.

Pramono juga mengingatkan dampak konflik internasional terhadap bahan pokok.

“Bagaimanapun, perang itu akan pasti akan memberikan dampak, baik langsung maupun tidak langsung,” ujar Pramono

“Kalau ada apa-apa pasti akan menyebabkan kenaikan harga-harga dan juga menyebabkan supply chain-nya terganggu,” lanjutnya.

Pernyataan Kemenlu RI

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan pernyataan resmi terkait serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Kemlu menyatakan serangan tersebut bakal meningkatkan eskalasi militer di Timur Tengah.

“Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah,” kata Kemlu dalam keterangannya dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu.

Kemlu pun mendesak agar seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan segala perbedaan melalui jalur damai.

Di sisi lain, Kemlu menyebut Presiden Prabowo Subianto siap untuk menjadi mediator demi menciptakan keamanan yang kondusif di kawasan Timur Tengah, jika upaya tersebut memang diperlukan.

Prabowo disebut mau terbang ke Tehran untuk memediasi kedua belah pihak.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” ujar Kemlu.

Lebih lanjut, Kemlu mengimbau kepada WNI di Iran untuk tetap tenang, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.

Trump Klaim Khamenei Tewas

Sebelumnya diberitakan, muncul kabar Pemimpi Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan ISrael-AS ke Iran.

Melalui media sosial Truth Social, Trump mengonfirmasi tewasnya Khamenei.

Trump menyebut kematian Khamenei adalah keadilan bagi seluruh dunia yang telah menjadi korban serangan Iran.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi seluruh rakyat Amerika yang hebat, serta orang-orang dari berbagai negara di seluruh dunia yang telah terbunuh atau menjadi korban cacat akibat tindakan Khamenei dan kelompok preman haus darahnya,” tulis Trump pada unggahan pukul 4.37 dini hari waktu AS, Minggu (1/3/2026).

Presiden berusia 79 tahun itu menyebut Khamenei tak mampu berkilah dari teknologi intelijen canggih AS.

“Ia tidak mampu menghindari sistem intelijen dan pelacakan kami yang sangat canggih, dan dengan bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun yang bisa ia lakukan, maupun para pemimpin lain yang turut tewas bersamanya.”

“Ini merupakan peluang terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka. Kami mendengar bahwa banyak anggota IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps), militer, serta aparat keamanan dan kepolisian mereka tidak lagi ingin bertempur, dan sedang mencari jaminan imunitas dari kami,” jelasnya.

Menlu Iran Bantah

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah klaim Trump yang juga digembar-gemborkan media Israel.

Pada sebuah wawancara dengan NBC News pada Sabtu (28/2/2026) pukul 17.34 waktu Teheran, Abbas memastikan Khamenei masih hidup.

“Sejauh yang saya ketahui, ya, mereka (Khamenei) masih hidup. Ketua lembaga peradilan juga masih hidup, begitu pula Ketua Parlemen. Semua pejabat tinggi masih dalam keadaan hidup, termasuk Sekretaris Dewan Keamanan Nasional.”

“Jadi, semua pihak saat ini berada di posisinya masing-masing, dan kami sedang menangani situasi ini. Semuanya dalam kondisi baik-baik saja,” kata Abbas.

Abbas juga memastikan kondisi di Iran masih dalma kendali pemerintah.

“Kondisi di Iran, saya tidak bisa bilang berjalan normal, tapi kehidupan berjalan Biasa. Semua masih dalam kendali,” kata Abbas.

Abbas mengaku heran dengan sikap AS yang melakukan penyerangan di tengah negosiasi.

Sebagai balasan, Abbas mengatakan, Iran telah menyerang balik basis Amerika di sejumlah negara, termasuk Israel.

Dan saya telah berkomunikasi dengan rekan-rekan saya di kawasan Teluk Persia.

“Saya menjelaskan kepada mereka bahwa kami tidak memiliki niat untuk menyerang mereka, melainkan kami menyerang pangkalan-pangkalan Amerika sebagai tindakan pembelaan diri. Kami tidak bisa hanya diam dan menyaksikan begitu saja,” kata Abbas.