JPO Rusak Terminal Kampung Rambutan, Koalisi Pejalan Kaki: Jakarta Gagal Penuhi Syarat Kota Global
www.bincangekonomi.comǁJakarta,4 April 2026-Koalisi Pejalan Kaki menyoroti Pemprov DKI Jakarta dalam penanganan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas yang rusak.
Sudah tiga tahun terakhir kondisi JPO rusak berat karena hampir seluruh badan jembatan berkarat, lantai yang ringkih saat dipijak, hingga lampu penerangan dan bagian atap rusak.
Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus mengatakan pembiaran tersebut menunjukkan Jakarta gagal memenuhi syarat menjadi Kota Global sebagaimana didambakan.
“Jakarta yang digadang-gadang sebagai kota global sebenarnya indikator kota globalnya itu gagal. Indikatornya ya, bukan sebutan kota globalnya,” kata Alfred di Jakarta Timur, Sabtu (4/3/2026).
Pasalnya indikator Kota Global tidak sebatas sisi ekonomi, tapi ketersediaan fasilitas publik untuk menunjang mobilitas masyarakat pejalan kaki dan pengguna transportasi umum.
Sehingga kondisi JPO di Terminal Kampung Rambutan yang rusak, dan tidak ramah bagi kelompok rentan penyandang disabilitas, ibu hamil, dan lanjut usia (Lansia) menjadi catatan penting.
Koalisi Pejalan Kaki pun membandingkan kondisi JPO di Jakarta dengan di Bangkok, karena di Bangkok pejalan kaki dapat nyaman dan aman melintas bahkan meski membawa barang besar seperti koper.
“Indikator pendukung kota globalnya itu gagal. karena salah satunya Jakarta itu harus terpenuhi terkait dengan walkability city-nya, memfasilitasi ruang pejalan kaki dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Alfred menuturkan berdasarkan data Koalisi Pejalan Kaki setidaknya ada 30 JPO dengan kondisi rusak berat atau disebut JPO aborsi, termasuk JPO di area Terminal Kampung Rambutan.
JPO aborsi yakni JPO yang harus dirobohkan, untuk kemudian dibangun ulang dengan konstruksi lebih baik atau justru ditiadakan dan diganti dengan zebra cross atau pelican crossing.
Pilihan membangun ulang JPO atau menggantinya dengan pelican crossing ini tergantung pada analisis yang dilakukan dengan memperhatikan mobilitas kendaraan dan kebutuhan lokasi.
“Masa sih mereka (Pemprov) enggak punya jago-jagoan di Jakarta yang bisa membuahkan konsep dan ide untuk memudahkan pergerakan manusia. Salah satunya dengan JPO ini,” tuturnya.
Sebelumnya kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur dikeluhkan warga karena kondisinya rusak berat dan tak terawat.
Hampir seluruh anak tangga hingga lantai JPO dipenuhi karat, bahkan pada beberapa titik kondisi lantai tampak sangat ringkih sehingga pejalan kaki merasa waswas saat melintas di lokasi.
Sementara lampu yang terpasang pada JPO Terminal Kampung Rambutan pun tampak sudah rusak, atau tidak lagi berfungsi membantu penerangan bagi pejalan kaki saat malam hari.
Padahal JPO yang berada di area antar kota dalam provinsi (AKDP) Terminal Kampung Rambutan menghubungkan antara halte Transjakarta dengan area park and ride di terminal.
Dikonfirmasi terkait kondisi JPO, pihak Terminal Kampung Rambutan menyatakan bahwa JPO di area AKDP yang kondisinya rusak tersebut merupakan aset Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain mengatakan berdasarkan informasi sementara JPO pada area AKDP itu rencananya dibongkar Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).
“Info terakhir itu (JPO aset) milik Bina Marga, dan juga ada info mau di bongkar oleh BPAD,” kata Revi.
Awak media juga sudah berupaya mengonfirmasi Kepala Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu, tapi hingga berita ditulis Benhard urung memberikan respons.

