Damkar Jakbar Uji Jalur Pemadaman di Kawasan Padat Penduduk, Mobil 10.000 Liter Terhalang Warung


www.bincangekonomi.comǁJakarta,5 Februari 2026-Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat menggelar uji coba akses jalur pemadaman kebakaran di sejumlah permukiman padat penduduk yang rawan kebakaran.

Uji coba dilakukan di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat yang memang cukup padat penduduk dan tingkat kerawanan kebakaran yang cukup tinggi.

Pengujian jalur dilakukan di Jalan KS Tubun dan Jalan Taman Bunga di Kelurahan Kota Bambu Selatan.

Kemudian dilanjutkan ke wilayah Kelurahan Jatipulo yang meliputi Jalan Banjir Kanal Barat, Jalan Tomang, dan Jalan Kamboja.

Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Suheri mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memetakan potensi hambatan sekaligus memastikan armada pemadam kebakaran dapat menjangkau lokasi kejadian secara cepat saat kondisi darurat.

Menurut Suheri, pengecekan akses jalur ini sangat penting untuk meminimalkan risiko saat terjadi kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.

“Pada prinsipnya kegiatan ini merupakan langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat kebakaran atau kejadian lainnya, sehingga respons cepat dari petugas damkar dapat menurunkan dampak, baik korban jiwa maupun kerugian material,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).

Selain aspek teknis operasional, kegiatan ini juga dibarengi dengan upaya peningkatan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan pencegahan kebakaran.

“Ini juga untuk membangun kepedulian masyarakat agar lebih sadar terhadap antisipasi bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan uji akses tersebut, Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan tiga jenis armada pemadam kebakaran dengan kapasitas berbeda guna menguji lebar dan kelayakan akses jalan.

Ketiga unit tersebut meliputi mobil pompa berkapasitas 2.500 liter, 4.000 liter, hingga unit besar berkapasitas 10.000 liter yang diuji secara bertahap mulai dari armada terkecil.

“Pengujian dilakukan satu per satu. Jika unit 2.500 liter tidak terkendala, kami tingkatkan ke unit 4.000 liter. Apabila masih memungkinkan, dilanjutkan dengan unit 10.000 liter,” kata Suheri.

Kendala Warung di Pinggir Jalan

Berdasarkan hasil uji coba di lapangan, petugas menemukan sejumlah kendala aksesibilitas, terutama di kawasan Jalan Banjir Kanal Barat, Kelurahan Jatipulo, Kecamatan Palmerah.

Armada pemadam berkapasitas terbesar, yakni 10.000 liter, tidak dapat melintasi jalur tersebut karena terhalang bangunan semi permanen berupa warung di sisi jalan.

“Di Jalan Banjir Kanal Barat, unit 2.500 liter tidak mengalami kendala. Unit 4.000 liter masih bisa masuk meskipun ada sedikit hambatan. Namun unit 10.000 liter tidak dapat melintas karena adanya bangunan warung di sepanjang jalan,” ungkap Suheri.

Menanggapi kendala tersebut, pihaknya menyiapkan strategi alternatif dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat setempat.

“Apabila terdapat jalan yang tidak bisa ditembus armada damkar, langkah selanjutnya adalah pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan,” tutur Suheri.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyuluhan intensif serta penyediaan sarana pemadaman awal agar warga dapat melakukan penanganan dini saat terjadi kebakaran.

“Kami memberikan edukasi pencegahan kebakaran, serta menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR), pompa portabel, dan hidran mandiri yang akan diberikan kepada masyarakat untuk mengantisipasi bahaya kebakaran,” jelasnya.