Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Ditarget Rampung September 2026, Ini Tahapannya


www.bincangekonomi.com.ǁJakarta,17 Januari 2026-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mulai melakukan pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Pembongkaran tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan Rasuna Said yang selama ini dipenuhi tiang-tiang monorel mangkrak.

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta, Heru Suwondo mengatakan, proses pembongkaran hingga penataan kawasan Rasuna Said ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan atau sekitar September 2026.

“Memang saat ini kita sedang purchase untuk pengadaan, untuk penyediaannya siapa yang mengerjakan nantinya, dan ini sedang berprogress. Kami juga belum tahu siapa nanti yang akan menjadi pemenang,” kata Heru saat rapat bersama Komisi D DPRD Provinsi Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Heru menjelaskan, saat ini pekerjaan pembongkaran masih dilakukan oleh Satgas Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta.

Namun ke depan, pekerjaan tersebut akan dilanjutkan oleh pihak ketiga setelah proses pengadaan rampung.

Ia berharap pemenang proyek dapat ditetapkan pada pekan depan agar pekerjaan dapat berjalan optimal sesuai target waktu yang telah ditentukan.

“Kalau sampai minggu depan belum dapat pemenang ya mungkin agak lama sedikit lah, tapi memang sudah kita ikat waktunya di delapan bulan,” katanya.

Meski demikian, Heru menegaskan pihaknya akan berupaya agar penataan kawasan Rasuna Said bisa selesai lebih cepat.

Hal itu dilakukan agar aktivitas pembongkaran tidak terlalu lama mengganggu pengguna jalan.

Adapun total terdapat 109 tiang monorel yang akan dibongkar di kawasan tersebut. Sebagian tiang masih berupa besi, sementara beberapa lainnya telah terikat beton.

“Nah yang kami lakukan saat ini adalah kami lakukan pemotongan untuk besi-besinya terlebih dahulu, kemudian setelah itu baru dilanjutkan dengan pembongkaran untuk betonnya,” jelas Heru.

Ia memastikan proses pembongkaran tidak akan menutup seluruh badan jalan Rasuna Said.

Penutupan hanya dilakukan di jalur lambat di sekitar lokasi tiang yang sedang dibongkar, sementara jalur cepat tetap bisa dilalui kendaraan.

Untuk meminimalisir kemacetan, pekerjaan pembongkaran juga dilakukan pada malam hari, yakni pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.

“Dengan begitu diharapkan tidak terlalu berdampak terhadap kemacetan lalu lintas,” ujarnya.

Selain pembongkaran tiang monorel, Pemprov Jakarta juga akan melakukan penataan jalan. Heru menyebut, pemisah antara jalur cepat dan jalur lambat akan dihilangkan serta ketinggian jalan akan disamakan.

“Karena ini jalan antara jalur cepat dengan jalur lambat ini ada beda tinggi, beda tinggi ini sampai yang tertinggi sekitar 30-an cm. Jadi memang kami harus menata jalan jalur cepat, jalur lambat kita samakan,” kata Heru.

Tak hanya itu, penataan juga dilakukan pada trotoar di sepanjang Jalan Rasuna Said. Trotoar nantinya akan disesuaikan dengan kontur jalan demi kenyamanan pejalan kaki.