Sampah Menggunung 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati, DLH DKI Salahkan Pasar Jaya


www.bincangekonomi.com.ǁJakarta,9 Januari 2026-Buruknya pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati kembali disorot, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta pun mewanti-wanti Perumda Pasar Jaya agar menjalankan kewajiban pengelolaan sampah secara mandiri.

Hal ini disampaikan Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur Julius Monangta terkait timbunan sampah menggunung hingga 6 meter yang dikeluhkan warga.

Sampah Naik Drastis, Pengelolaan Tertinggal

Monang menjelaskan, lonjakan sampah di Pasar Induk Kramat Jati kerap terjadi pada periode tertentu, khususnya saat musim buah.

Pada kondisi normal, kemampuan penanganan sampah di kawasan tersebut mencapai 160 ton per hari.

Namun pada saat musim buah, volume sampah yang ditimbulkan bisa meningkat signifikan.

Hal ini disebut Monang, seharusnya diantisipasi oleh Pasar Jaya agar sampah tidak menumpuk.

“Pada kusim tertentu, timbunan sampah busa mencapai hingga 220 ton per hari. Artinya, terjadi akumulasi atau ‘tabungan’ sampah sekitar 60 ton setia harinya,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/1/2026.

Ingatkan Pasar Jaya Kelola Sampah Secara Mandiri

Merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perumahan, seharusnya Perumda Pasar Jaya bisa mengelola sampahnya secara mandiri.

Karena, kawasan komersial, termasuk pasar memiliki kewajiban untuk mengelola sampah secara mandiri, baik melalui pengelolaan internal maupun kerja sama dengan pihak ketiga.

“Saat ini, Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur melakukan pembantuan karena Pasar Induk Kramat Jati merupakan fasilitas publik yang strategis,” ujarnya.

“Namun, kewajiban pengelolaan sampah secara mandiri tetap harus dijalankan oleh Perumda Pasar Jaya sesak ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

DLH DKI Jakarta Kerahkan 25 Armada Perbantuan

Untuk menuntaskan masalah sampah ini, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengerahkan 25 armada perbantuan yang terdiri 13 unit dump truck, 10 unit tronton, dan dua unit shovel loader.

Armada bantuan ini dikerahkan untuk mempercepat proses pemindahan dan pengangkutan sampah di area pasar.

Selain itu, sebanyak 23 pengemudi, dua operator alat berat, hingga empat pengawas lapangan juga dikerahkan.

“Kami menargetkan penanganan perbantuan dapat dituntaskan dalam lima hari ke depan,” tuturnya.