171 Ribu Orang Turun Serentak, DLH DKI Gelar Gerakan ‘Jaga Jakarta Bersih’


www.bincangekonomi.comǁJakarta,9 Februari 2026-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengerahkan aparatur dan masyarakat secara masif dalam kerja bakti serentak bertajuk “Jaga Jakarta Bersih” yang digelar di seluruh wilayah ibu kota pada Minggu (8/2/2026) kemarin.

Aksi ini dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah potensi banjir.

Kegiatan tersebut menindaklanjuti arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang meminta seluruh jajaran bergerak langsung membersihkan lingkungan warga, fasilitas umum, hingga titik-titik rawan penumpukan sampah.

171 Ribu Peserta Ikut Kerja Bakti Serentak

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, gerakan “Jaga Jakarta Bersih” merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah.

“Kerja bakti bersama hari ini adalah gerakan kolektif untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan sehat, sekaligus sebagai langkah pencegahan banjir,” ujar Pramono dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Ia menyebut, kegiatan tersebut diikuti oleh 171.134 peserta yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta, mulai dari aparatur pemerintah, TNI-Polri, BUMD, hingga masyarakat umum.

Inisiatif PMI, Libatkan 44 Kecamatan dan 267 Kelurahan

Pramono mengungkapkan, gerakan “Jaga Jakarta Bersih” digagas oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat di bawah kepemimpinan Muhammad Jusuf Kalla.

PMI juga memberikan dukungan langsung berupa peralatan kerja bakti.

“Salah satu inisiator kegiatan ini adalah PMI. Di bawah Pak Jusuf Kalla, PMI secara nyata memberikan bantuan berupa cangkul, sekop, gerobak, hingga karung yang digunakan di 44 kecamatan dan 267 kelurahan. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi BUMD, perusahaan, dan masyarakat,” ujarnya.

JK: Jalur Air Harus Bersih untuk Cegah Banjir

Ketua Umum PMI Muhammad Jusuf Kalla menekankan bahwa kebersihan saluran air menjadi kunci utama pencegahan banjir di Jakarta.

“Banjir terjadi karena air yang masuk lebih banyak daripada yang keluar. Karena itu, jalur air harus dipastikan bersih. Gorong-gorong, saluran air, dan sungai perlu dibersihkan agar saat air datang bisa langsung mengalir tanpa hambatan,” kata Jusuf Kalla.

ASN dan PJLP DLH Dikerahkan Bersihkan Sungai hingga Gorong-gorong

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto menegaskan, seluruh ASN dan PJLP DLH diterjunkan langsung ke lapangan, termasuk Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPS BA).

“Seluruh ASN dan PJLP DLH, termasuk Unit Penanganan Sampah Badan Air, kami turunkan untuk membersihkan sampah di badan air seperti sungai, saluran penghubung, hingga gorong-gorong,” kata Asep.

“Ini penting untuk memastikan aliran air tetap lancar dan mengurangi risiko genangan maupun banjir,” tambahnya menjelaskan.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan 60 unit alat berat dan 144 unit dump truck yang disiagakan di 66 lokasi prioritas.

“Kami ingin menumbuhkan budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan kota. Upaya ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat agar Jakarta semakin bersih, sehat, dan nyaman untuk semua,” tuturnya.